Pengertian Isra: Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Langit

Isra dan Mi’raj dalam Islam

Isra dan Mi’raj adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam dimana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dan kemudian ke langit. Peristiwa ini terjadi pada malam Nisfu Sya’ban.

Arti Isra

Kata isra sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “peringatan”. Di dalam konteks agama Islam, Isra memiliki arti “perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa”. Perjalanan ini juga disebut dengan Miraj atau perjalanan ke langit.

Sejarah Isra dan Mi’raj

Isra dan Mi’raj terjadi pada tahun 620 Masehi, ketika Nabi Muhammad SAW sedang dalam kondisi bersedih atas kematian pamannya Abu Talib dan istrinya Khadijah. Pada malam itu, Malaikat Jibril datang mengunjungi Nabi Muhammad dan membawa Buraq, kuda putih yang memiliki sayap, untuk membawa Nabi Muhammad ke langit. Di langit, Nabi Muhammad bertemu dengan para nabi dan malaikat serta bertemu dengan Allah SWT. Setelah itu, Nabi Muhammad turun ke Masjidil Aqsa dan kembali ke Mekah.

Kelebihan Isra dan Mi’raj

Isra dan Mi’raj memiliki beberapa kelebihan dan keistimewaan, antara lain:

  • Menegaskan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir dan puncak dari para nabi yang ada sebelumnya.
  • Menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT dalam mengatur alam semesta.
  • Memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad dalam beribadah dan berakhlak.
  • Menunjukkan pentingnya Masjidil Aqsa sebagai tempat suci bagi umat Islam.
  • Memperkuat iman dan keyakinan umat Islam terhadap Allah SWT dan kebesaran-Nya.
  • Memberikan pengajaran dan pelajaran moral yang penting bagi umat Islam.
  • Menunjukkan pentingnya berdoa dan berusaha untuk mencapai kebahagiaan di akhirat.

Kekurangan Isra dan Mi’raj

Isra dan Mi’raj juga memiliki beberapa kekurangan dan kontroversi yang sering menjadi perdebatan dalam kalangan umat Islam, antara lain:

  • Tidak semua umat Islam sepakat mengenai kebenaran dan keilmuan peristiwa ini karena tidak ada bukti empiris yang dapat diterima secara ilmiah.
  • Beberapa sumber sejarah tidak menyebutkan secara jelas mengenai peristiwa ini, sehingga menimbulkan keraguan mengenai kebenarannya.
  • Munculnya anggapan yang salah bahwa peristiwa Isra dan Mi’raj terjadi secara fisik, padahal banyak ulama yang memandangnya sebagai perjalanan spiritual.

Informasi Lengkap tentang Isra dan Mi’raj

Tanggal Peristiwa
Isra Perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerusalem
Mi’raj Perjalanan dari Masjidil Aqsa ke langit dan bertemu dengan para nabi serta Allah SWT
Tanggal Peristiwa Malan Nisfu Sya’ban tahun 620 Masehi
Pengaruh Peristiwa Menegaskan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir dan puncak dari para nabi yang ada sebelumnya serta memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad dalam beribadah dan berakhlak
Kontroversi Beberapa sumber sejarah tidak menyebutkan secara jelas mengenai peristiwa ini sehingga menimbulkan keraguan mengenai kebenarannya

Frequently Asked Questions (FAQ) tentang Isra dan Mi’raj

1. Apa itu Isra dan Mi’raj?

Isra dan Mi’raj adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam dimana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dan kemudian ke langit. Peristiwa ini terjadi pada malam Nisfu Sya’ban.

2. Apa arti dari kata isra?

Kata isra sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “peringatan”. Di dalam konteks agama Islam, Isra memiliki arti “perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa”.

3. Apa kelebihan dan kekurangan dari Isra dan Mi’raj?

Isra dan Mi’raj memiliki beberapa kelebihan dan keistimewaan seperti menunjukkan kebesaran Allah SWT dalam mengatur alam semesta dan memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad. Namun, ia juga memiliki beberapa kekurangan seperti tidak semua umat Islam sepakat mengenai kebenaran dan keilmuan peristiwa ini.

4. Bagaimana peristiwa Isra dan Mi’raj memperkuat iman umat Islam?

Peristiwa Isra dan Mi’raj memperkuat iman umat Islam dengan menunjukkan kebesaran Allah SWT dalam mengatur alam semesta dan memberikan pengajaran serta pelajaran moral yang penting bagi umat Islam.

5. Apakah peristiwa Isra dan Mi’raj terjadi secara fisik?

Meskipun banyak ulama memandangnya sebagai perjalanan spiritual, ada juga yang meyakini bahwa peristiwa Isra dan Mi’raj terjadi secara fisik.

6. Mengapa Masjidil Aqsa menjadi penting dalam peristiwa Isra dan Mi’raj?

Masjidil Aqsa menjadi penting dalam peristiwa Isra dan Mi’raj karena Nabi Muhammad SAW berhenti di sana sebelum melakukan perjalanan ke langit serta menegaskan pentingnya tempat suci bagi umat Islam.

7. Apa pengaruh Isra dan Mi’raj bagi umat Islam?

Isra dan Mi’raj memiliki pengaruh yang besar bagi umat Islam dengan menegaskan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir dan puncak dari para nabi yang ada sebelumnya serta memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad dalam beribadah dan berakhlak.

8. Bagaimana cara merayakan Isra dan Mi’raj?

Merayakan Isra dan Mi’raj bisa dilakukan dengan berpuasa pada tanggal 27 Rajab atau dengan mengadakan acara pengajian dan peringatan keagamaan.

9. Apakah Isra dan Mi’raj dirayakan secara internasional?

Isra dan Mi’raj tidak dirayakan secara internasional, namun di negara-negara Islam seperti Indonesia, acara peringatan Isra dan Mi’raj sering dilakukan oleh masyarakat Islam.

10. Apakah Isra dan Mi’raj diakui oleh agama lain?

Isra dan Mi’raj tidak diakui oleh agama lain karena peristiwa ini merupakan bagian dari keyakinan dalam agama Islam.

11. Apa hikmah yang bisa diambil dari kisah Isra dan Mi’raj?

Hikmah yang bisa diambil dari kisah Isra dan Mi’raj adalah pentingnya berdoa dan berusaha untuk mencapai kebahagiaan di akhirat serta menunjukkan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT dalam mengatur alam semesta.

12. Siapa yang menyaksikan perjalanan Isra dan Mi’raj?

Tidak ada yang menyaksikan perjalanan Isra dan Mi’raj karena perjalanan ini dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri.

13. Apa dampak dari peristiwa Isra dan Mi’raj bagi umat Islam?

Peristiwa Isra dan Mi’raj memiliki dampak yang besar bagi umat Islam dengan memperkuat iman dan keyakinan umat Islam terhadap Allah SWT serta memberikan pengajaran dan pelajaran moral yang penting bagi umat Islam.

Kesimpulan

Melalui perjalanan Isra dan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT dalam mengatur alam semesta serta memberikan inspirasi dan motivasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak beliau dalam beribadah dan berakhlak. Meskipun peristiwa ini memiliki beberapa kekurangan dan kontroversi, ia tetap menjadi bagian penting dalam sejarah Islam dan memberikan pengaruh yang besar bagi umat Islam.

Untuk itu, sebagai umat Islam kita perlu memahami dengan baik arti dan makna dari peristiwa Isra dan Mi’raj serta mengambil hikmah dan pelajaran moral yang terkandung dalamnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan meningkatkan pemahaman kita mengenai peristiwa penting dalam sejarah Islam ini.

Disclaimer

Artikel ini ditulis berdasarkan sumber yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan atau ketidakakuratan informasi yang terdapat dalam artikel ini. Segala bentuk tindakan atau keputusan yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.