Pengertian Ilmu Pengetahuan: Ciri-Ciri, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Pengertian ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis melalui pengamatan, penelitian, penalaran, dan pengujian untuk memahami berbagai fenomena yang terjadi di alam maupun kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan membantu manusia menemukan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan bukti dan metode yang sesuai.

Dalam kehidupan sehari-hari, ilmu pengetahuan memiliki peran yang sangat penting. Berbagai kemajuan teknologi, kesehatan, pendidikan, komunikasi, hingga transportasi merupakan hasil dari perkembangan ilmu pengetahuan yang berlangsung selama berabad-abad.

Sebagai contoh, penggunaan smartphone, internet, vaksin, kendaraan bermotor, dan teknologi pertanian modern tidak terlepas dari penerapan berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Namun, ilmu pengetahuan tidak hanya berkaitan dengan teknologi canggih atau penelitian di laboratorium. Cara manusia memahami lingkungan, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan juga dapat menggunakan prinsip-prinsip ilmiah.

Lantas, apa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan? Apa saja ciri-ciri, jenis, fungsi, tujuan, dan manfaatnya? Berikut penjelasan lengkap beserta contoh yang mudah dipahami.

Apa Itu Ilmu Pengetahuan?

Ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang dikembangkan secara teratur dengan menggunakan metode tertentu untuk memperoleh pemahaman mengenai suatu objek, peristiwa, atau fenomena.

Dalam bahasa Inggris, ilmu pengetahuan sering disebut science, terutama ketika merujuk pada pengetahuan yang diperoleh melalui proses penyelidikan ilmiah.

Ilmu pengetahuan tidak hanya berisi kumpulan fakta. Di dalamnya juga terdapat konsep, teori, prinsip, model, dan penjelasan yang digunakan untuk memahami hubungan antara berbagai fenomena.

Misalnya, seseorang mengetahui bahwa tanaman membutuhkan air agar dapat tumbuh. Pengetahuan tersebut dapat dikembangkan menjadi penelitian ilmiah dengan mengukur pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan tanaman.

Peneliti kemudian membandingkan hasil pengamatan, menganalisis data, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti yang diperoleh.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan membantu manusia memahami bukan hanya apa yang terjadi, tetapi juga bagaimana dan mengapa suatu fenomena terjadi.

Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli

Beberapa tokoh filsafat ilmu memberikan pandangan penting mengenai sifat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

1. Karl Popper

Karl Popper merupakan filsuf yang dikenal melalui pemikirannya mengenai falsifiabilitas atau kemungkinan suatu teori untuk dibuktikan salah melalui pengujian.

Dalam pandangan Popper, teori ilmiah harus memungkinkan adanya pengujian yang berpotensi menunjukkan bahwa teori tersebut keliru.

Hal ini menekankan pentingnya sikap kritis dan keterbukaan terhadap koreksi dalam kegiatan ilmiah.

2. Thomas S. Kuhn

Thomas S. Kuhn menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan melalui konsep paradigma.

Paradigma merupakan kerangka pemikiran yang memengaruhi cara para ilmuwan memahami dan meneliti suatu persoalan.

Menurut Kuhn, perkembangan ilmu pengetahuan tidak selalu berlangsung secara bertahap. Dalam keadaan tertentu, perubahan paradigma dapat menghasilkan perubahan besar dalam pemahaman ilmiah.

Perubahan tersebut dikenal sebagai revolusi ilmiah.

3. Francis Bacon

Francis Bacon merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan pemikiran empiris.

Ia menekankan pentingnya pengamatan terhadap alam dan penalaran induktif dalam memperoleh pengetahuan.

Pendekatan tersebut turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan metode penelitian ilmiah modern.

4. Auguste Comte

Auguste Comte dikenal sebagai tokoh penting dalam perkembangan positivisme dan sosiologi.

Ia menekankan pentingnya mempelajari fenomena melalui pengamatan serta mencari keteraturan yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Pemikirannya berpengaruh terhadap perkembangan pendekatan ilmiah dalam kajian masyarakat.

Pandangan para tokoh tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan berkaitan erat dengan pengamatan, penalaran, pengujian, serta perkembangan teori.

Ciri-Ciri Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan mempunyai sejumlah karakteristik yang membedakannya dari opini pribadi, dugaan, atau informasi yang belum diperiksa kebenarannya.

1. Sistematis

Ilmu pengetahuan disusun melalui proses yang teratur dan menggunakan metode yang sesuai.

Penelitian ilmiah biasanya melibatkan perumusan masalah, pengumpulan data, analisis, serta penarikan kesimpulan.

Proses tersebut membantu peneliti menjelaskan bagaimana suatu hasil diperoleh.

2. Empiris

Ilmu empiris menggunakan bukti yang diperoleh melalui pengamatan, pengukuran, atau pengalaman yang dapat diperiksa.

Contohnya adalah penelitian mengenai pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman.

Namun, tidak semua bidang ilmu menggunakan eksperimen empiris. Matematika, misalnya, banyak menggunakan pembuktian deduktif.

3. Objektif

Ilmu pengetahuan berusaha menghasilkan kesimpulan berdasarkan bukti, bukan semata-mata pendapat atau kepentingan pribadi.

Objektivitas tidak berarti peneliti sepenuhnya bebas dari bias. Karena itu, penelitian menggunakan prosedur yang memungkinkan hasil dan metode diperiksa oleh orang lain.

4. Rasional

Penjelasan ilmiah harus menggunakan penalaran yang logis dan konsisten.

Kesimpulan yang dihasilkan perlu mempunyai hubungan yang dapat dijelaskan dengan bukti atau argumen yang digunakan.

5. Dapat Diuji

Klaim ilmiah harus memungkinkan pemeriksaan menggunakan metode yang sesuai dengan bidangnya.

Pengujian dapat dilakukan melalui eksperimen, pengamatan, analisis data, atau pembuktian formal.

6. Bersifat Kumulatif

Ilmu pengetahuan berkembang dengan memanfaatkan hasil penelitian terdahulu.

Penemuan baru dapat memperkuat, memperbaiki, memperluas, atau menggantikan penjelasan sebelumnya.

7. Terbuka terhadap Perubahan

Kesimpulan ilmiah dapat diperbaiki apabila ditemukan bukti baru yang lebih kuat.

Sifat terbuka ini merupakan salah satu alasan ilmu pengetahuan terus berkembang.

Jenis-Jenis Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan berdasarkan objek kajian, tujuan, dan metode yang digunakan.

1. Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu pengetahuan alam mempelajari fenomena yang terjadi di alam, termasuk materi, energi, makhluk hidup, dan lingkungan fisik.

Contohnya:

  • Fisika: mempelajari materi, energi, gerak, dan interaksi fisik.
  • Kimia: mempelajari komposisi, struktur, sifat, serta perubahan materi.
  • Biologi: mempelajari makhluk hidup dan proses kehidupannya.
  • Astronomi: mempelajari benda langit dan alam semesta.
  • Geologi: mempelajari bumi, batuan, dan proses geologis.

Ilmu pengetahuan alam banyak digunakan dalam pengembangan teknologi, kesehatan, energi, dan pengelolaan lingkungan.

2. Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu pengetahuan sosial mempelajari manusia, perilaku, hubungan sosial, serta sistem yang berkembang dalam masyarakat.

Contohnya:

  • Sosiologi
  • Ekonomi
  • Antropologi
  • Ilmu politik
  • Psikologi sosial

Ilmu sosial membantu menjelaskan berbagai persoalan seperti kemiskinan, perubahan budaya, perilaku konsumen, dan kebijakan publik.

3. Ilmu Formal

Ilmu formal mempelajari sistem abstrak berdasarkan definisi, aturan, dan penalaran logis.

Contohnya adalah matematika, logika formal, dan beberapa bidang teori komputasi.

Berbeda dengan ilmu empiris, pembuktian dalam ilmu formal terutama menggunakan penalaran deduktif.

4. Ilmu Terapan

Ilmu terapan menggunakan pengetahuan dan metode ilmiah untuk menyelesaikan persoalan praktis.

Contohnya:

  • Teknik sipil
  • Teknik mesin
  • Teknologi pangan
  • Ilmu pertanian terapan
  • Ilmu keperawatan

Pengelompokan tersebut tidak selalu bersifat mutlak. Beberapa bidang ilmu saling berkaitan dan menggunakan pendekatan dari berbagai disiplin.

Fungsi Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan mempunyai beberapa fungsi utama yang mendukung perkembangan kehidupan manusia.

1. Menjelaskan Fenomena

Ilmu pengetahuan membantu manusia memahami penyebab dan proses terjadinya berbagai peristiwa.

Contohnya, meteorologi menjelaskan proses pembentukan awan, hujan, dan perubahan cuaca.

2. Membantu Membuat Prediksi

Pengetahuan ilmiah dapat digunakan untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa.

Contohnya adalah prakiraan cuaca berdasarkan data atmosfer dan model meteorologi.

Prediksi ilmiah tetap mempunyai ketidakpastian yang perlu diperhitungkan.

3. Memecahkan Masalah

Ilmu pengetahuan menyediakan pendekatan untuk menemukan solusi berdasarkan bukti.

Dalam bidang pertanian, penelitian dapat membantu menentukan metode irigasi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

4. Mengembangkan Teknologi

Berbagai teknologi modern berkembang melalui penerapan pengetahuan ilmiah.

Contohnya adalah komputer, peralatan medis, teknologi komunikasi, dan sistem energi terbarukan.

5. Mendukung Pengambilan Keputusan

Ilmu pengetahuan membantu individu, organisasi, dan pemerintah membuat keputusan berdasarkan informasi yang dapat diperiksa.

Sebagai contoh, data epidemiologi dapat digunakan untuk mendukung perencanaan program kesehatan masyarakat.

Tujuan Ilmu Pengetahuan

Secara umum, tujuan ilmu pengetahuan adalah memperluas pemahaman manusia terhadap berbagai fenomena.

Tujuan tersebut meliputi:

  1. Menghasilkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Menjelaskan hubungan antara berbagai peristiwa.
  3. Mengembangkan konsep dan teori.
  4. Menguji penjelasan berdasarkan bukti atau penalaran.
  5. Membantu memperkirakan kejadian dalam kondisi tertentu.
  6. Menemukan solusi terhadap berbagai permasalahan.
  7. Mendukung perkembangan teknologi dan inovasi.
  8. Meningkatkan kemampuan manusia dalam memahami lingkungan dan masyarakat.

Ilmu pengetahuan juga membantu membangun kebiasaan berpikir kritis, yaitu menilai informasi berdasarkan alasan dan bukti yang tersedia.

Manfaat Ilmu Pengetahuan dalam Kehidupan Sehari-hari

Manfaat ilmu pengetahuan dapat ditemukan dalam berbagai bidang kehidupan.

1. Bidang Pendidikan

Ilmu pengetahuan menjadi dasar pengembangan materi pembelajaran dan metode pendidikan.

Penelitian pendidikan dapat membantu guru mengevaluasi strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

2. Bidang Kesehatan

Penelitian ilmiah mendukung pengembangan obat, vaksin, alat diagnosis, serta metode pencegahan dan pengobatan penyakit.

Penelitian klinis juga membantu menilai keamanan dan efektivitas tindakan medis.

3. Bidang Teknologi

Perkembangan ilmu komputer, fisika, dan teknik memungkinkan manusia menciptakan perangkat elektronik serta sistem komunikasi digital.

4. Bidang Pertanian

Ilmu pengetahuan membantu petani memahami kondisi tanah, kebutuhan nutrisi tanaman, pengendalian hama, dan teknik irigasi.

5. Bidang Lingkungan

Penelitian ilmiah membantu mengidentifikasi penyebab pencemaran, perubahan iklim, dan kerusakan ekosistem.

6. Bidang Ekonomi

Ilmu ekonomi membantu menjelaskan perilaku konsumen, mekanisme pasar, inflasi, pengangguran, dan dampak kebijakan ekonomi.

Contoh Penerapan Ilmu Pengetahuan

Berikut contoh sederhana penerapan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang.

Bidang ilmu Contoh penerapan
Fisika Prinsip kerja panel surya
Kimia Proses pembuatan sabun
Biologi Penelitian pertumbuhan tanaman
Kedokteran Pengembangan vaksin
Matematika Perhitungan anggaran
Informatika Pengembangan aplikasi digital
Meteorologi Prakiraan cuaca
Pertanian Pengaturan sistem irigasi
Ekonomi Analisis perubahan harga
Lingkungan Pengukuran kualitas udara

Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya digunakan dalam penelitian, tetapi juga diterapkan untuk menyelesaikan kebutuhan sehari-hari.

Perbedaan Ilmu dan Pengetahuan

Istilah ilmu dan pengetahuan sering digunakan secara bersamaan, padahal keduanya mempunyai penekanan yang berbeda.

Pengetahuan mencakup segala sesuatu yang diketahui seseorang melalui pengalaman, pembelajaran, pengamatan, atau sumber informasi lainnya.

Sementara itu, ilmu merupakan pengetahuan yang dikembangkan secara sistematis menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan.

Aspek Ilmu Pengetahuan
Pengertian Pengetahuan yang dikembangkan secara sistematis Segala sesuatu yang diketahui seseorang
Sumber Penelitian, penalaran, dan kajian sistematis Pengalaman, pembelajaran, pengamatan, dan informasi
Metode Menggunakan metode sesuai bidang kajian Tidak selalu menggunakan metode ilmiah
Pengujian Mengutamakan pemeriksaan dan pembuktian yang sesuai Tidak selalu melalui pengujian formal
Contoh Penelitian tentang fotosintesis Mengetahui tanaman membutuhkan cahaya

Sebagai contoh, seseorang mengetahui bahwa tanaman yang tidak disiram dapat menjadi layu.

Pengetahuan tersebut dapat dikembangkan menjadi penelitian ilmiah dengan membandingkan pertumbuhan tanaman yang menerima jumlah air berbeda dalam kondisi terkontrol.

Perbedaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai hubungan erat, tetapi tidak memiliki pengertian yang sama.

Ilmu pengetahuan berfokus pada pengembangan pemahaman, sedangkan teknologi berfokus pada penerapan pengetahuan dan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah.

Sebagai contoh, ilmu fisika menjelaskan prinsip listrik dan elektromagnetisme.

Pengetahuan tersebut dapat digunakan dalam pengembangan motor listrik, generator, dan berbagai perangkat elektronik.

Meskipun demikian, teknologi tidak selalu muncul setelah teori ilmiah. Dalam sejarah, beberapa teknologi berkembang melalui pengalaman praktis sebelum prinsip ilmiahnya dipahami secara lengkap.

Hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung dua arah. Teknologi juga membantu penelitian melalui pengembangan alat pengukuran, komputer, dan instrumen laboratorium.

Bagaimana Ilmu Pengetahuan Berkembang?

Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung melalui proses penelitian yang berkelanjutan.

Dalam banyak penelitian empiris, proses tersebut mencakup beberapa tahapan.

1. Mengidentifikasi Masalah

Peneliti menentukan fenomena atau persoalan yang ingin dipahami.

Contohnya, mengapa tanaman tertentu tumbuh lebih cepat dibandingkan tanaman lainnya?

2. Merumuskan Pertanyaan Penelitian

Masalah kemudian dirumuskan menjadi pertanyaan yang dapat diteliti.

Misalnya, apakah perbedaan jumlah cahaya memengaruhi pertumbuhan tanaman?

3. Mempelajari Penelitian Terdahulu

Peneliti mencari informasi mengenai hasil penelitian sebelumnya.

Langkah ini membantu menentukan pendekatan yang sesuai dan menghindari pengulangan penelitian yang tidak diperlukan.

4. Menentukan Metode Penelitian

Peneliti memilih metode yang sesuai dengan pertanyaan penelitian.

Metode tersebut dapat berupa eksperimen, observasi, survei, analisis dokumen, atau pendekatan lainnya.

5. Mengumpulkan Data

Data dikumpulkan menggunakan prosedur yang telah ditentukan.

Dalam penelitian tanaman, data dapat berupa tinggi tanaman, jumlah daun, dan lama paparan cahaya.

6. Menganalisis Hasil

Data kemudian dianalisis untuk mengetahui pola, hubungan, atau perbedaan yang relevan.

7. Menarik Kesimpulan

Peneliti menyusun kesimpulan berdasarkan hasil analisis.

Kesimpulan perlu mempertimbangkan keterbatasan penelitian dan tidak boleh melebihi bukti yang tersedia.

8. Melaporkan Hasil Penelitian

Hasil penelitian disampaikan agar dapat dipelajari, diperiksa, dikritisi, atau diuji kembali oleh peneliti lain.

Tidak semua penelitian mengikuti tahapan yang sama. Metode dan proses penelitian dapat berbeda sesuai dengan bidang ilmu serta tujuan kajian.

Contoh Sederhana Metode Ilmiah di Rumah

Untuk memahami penerapan ilmu pengetahuan, kita dapat menggunakan contoh pengamatan pertumbuhan tanaman.

Pertanyaan penelitian: Apakah perbedaan jumlah cahaya memengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau?

Langkah yang dapat dilakukan:

  1. Siapkan beberapa tanaman kacang hijau dengan umur dan kondisi awal yang relatif sama.
  2. Gunakan jenis tanah dan ukuran wadah yang sama.
  3. Tempatkan tanaman pada kondisi pencahayaan berbeda.
  4. Berikan air dalam jumlah yang sama sesuai kebutuhan.
  5. Ukur tinggi tanaman secara berkala.
  6. Catat jumlah daun dan perubahan kondisi tanaman.
  7. Bandingkan hasil pengamatan.

Pengamatan tersebut dapat membantu menunjukkan adanya hubungan antara kondisi cahaya dan pertumbuhan tanaman.

Namun, tinggi tanaman saja tidak cukup untuk menilai kesehatan tanaman. Tanaman yang kekurangan cahaya terkadang justru memanjang akibat etiolasi.

Karena itu, kondisi daun, warna tanaman, dan faktor lingkungan lainnya juga perlu diperhatikan.

Contoh ini menunjukkan pentingnya pengukuran yang tepat dan kehati-hatian dalam menarik kesimpulan.

Kesalahan Umum dalam Memahami Ilmu Pengetahuan

Terdapat beberapa kesalahpahaman mengenai ilmu pengetahuan yang perlu dihindari.

1. Menganggap Teori Ilmiah Hanya Sebagai Dugaan

Dalam penggunaan sehari-hari, teori terkadang diartikan sebagai dugaan.

Namun, teori ilmiah merupakan penjelasan yang dikembangkan berdasarkan bukti dan telah melalui pengujian sesuai bidangnya.

2. Menganggap Semua Hasil Penelitian Pasti Benar Selamanya

Kesimpulan penelitian dapat berubah ketika ditemukan bukti baru atau metode penelitian yang lebih baik.

Hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan.

3. Menganggap Satu Penelitian Sudah Cukup

Satu penelitian belum tentu memberikan jawaban yang berlaku untuk semua kondisi.

Hasil penelitian perlu dipertimbangkan bersama kualitas metode, keterbatasan, dan temuan penelitian lainnya.

4. Menganggap Hubungan Berarti Sebab Akibat

Dua peristiwa yang terjadi bersamaan belum tentu memiliki hubungan sebab akibat.

Sebagai contoh, peningkatan penjualan es krim dan jumlah orang yang berenang dapat terjadi bersamaan ketika cuaca panas.

Hal tersebut tidak berarti membeli es krim menyebabkan seseorang berenang.

5. Menganggap Ilmu Pengetahuan Tidak Memerlukan Etika

Penelitian ilmiah tetap memerlukan pertimbangan etika, terutama ketika melibatkan manusia, hewan, lingkungan, atau penggunaan teknologi yang berisiko.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan?

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang dikembangkan secara sistematis melalui pengamatan, penelitian, penalaran, dan pengujian untuk memahami berbagai fenomena.

2. Apa saja ciri-ciri ilmu pengetahuan?

Ciri-ciri ilmu pengetahuan antara lain sistematis, rasional, objektif dalam pendekatannya, dapat diuji, kumulatif, serta terbuka terhadap perbaikan berdasarkan bukti baru.

3. Apa saja jenis ilmu pengetahuan?

Ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi ilmu alam, ilmu sosial, ilmu formal, dan ilmu terapan. Beberapa bidang ilmu dapat melibatkan lebih dari satu kelompok.

4. Apa fungsi utama ilmu pengetahuan?

Fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan fenomena, membantu membuat prediksi, memecahkan masalah, mengembangkan teknologi, dan mendukung pengambilan keputusan.

5. Apa perbedaan ilmu dan pengetahuan?

Pengetahuan mencakup segala sesuatu yang diketahui seseorang, sedangkan ilmu merupakan pengetahuan yang dikembangkan secara sistematis menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan.

6. Mengapa ilmu pengetahuan penting bagi manusia?

Ilmu pengetahuan membantu manusia memahami dunia, mengembangkan teknologi, meningkatkan kualitas hidup, dan menemukan solusi terhadap berbagai persoalan.

7. Apa contoh ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari?

Contohnya adalah penggunaan prakiraan cuaca, penerapan teknologi komunikasi, pengembangan obat, pengelolaan pertanian, dan pemanfaatan energi listrik.

8. Apakah ilmu pengetahuan dapat berubah?

Ya. Teori dan kesimpulan ilmiah dapat diperbaiki atau digantikan apabila terdapat bukti baru yang lebih kuat. Perubahan tersebut merupakan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan.

Kesimpulan

Ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang dikembangkan secara sistematis untuk memahami fenomena alam, manusia, dan berbagai aspek kehidupan.

Ilmu pengetahuan mempunyai karakteristik seperti sistematis, rasional, dapat diuji, serta terbuka terhadap kritik dan perbaikan.

Berdasarkan bidang kajiannya, ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi ilmu alam, ilmu sosial, ilmu formal, dan ilmu terapan.

Manfaat ilmu pengetahuan sangat luas, mulai dari mendukung pendidikan, meningkatkan pelayanan kesehatan, mengembangkan teknologi, hingga membantu menyelesaikan persoalan lingkungan dan ekonomi.

Dengan memahami pengertian ilmu pengetahuan, manusia dapat membangun kebiasaan berpikir kritis, mengevaluasi informasi berdasarkan bukti, dan mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab.

Referensi

  1. Stanford Encyclopedia of Philosophy — Karl Popper. https://plato.stanford.edu/entries/popper/
  2. Stanford Encyclopedia of Philosophy — Thomas Kuhn. https://plato.stanford.edu/entries/thomas-kuhn/
  3. Stanford Encyclopedia of Philosophy — Francis Bacon. https://plato.stanford.edu/entries/francis-bacon/
  4. Stanford Encyclopedia of Philosophy — Auguste Comte. https://plato.stanford.edu/entries/comte/
  5. Encyclopaedia Britannica — Science. https://www.britannica.com/science/science
  6. Encyclopaedia Britannica — Scientific Method. https://www.britannica.com/science/scientific-method

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *